Kau telah menapakkan jejakmu di hatiku…
Perlahan2 bayangmu memanggilku….mengikutiku…dan mulai menggangguku
Kau terus dan tak letih untuk berkeliaran di dalam pikiran dan hatiku…
Ku biarkan diriku larut dalam aliran perasaan ini…
Aku sadar (dan kadang bingung) ternyata aku hanyut didalamnya….
Tanpa tau akan menepi kemana…
Karena kau tak memberitahuku arah ke tepianmu..
Dan membiarkanku terombang ambing di derasnya arus hati..
Mungkin memang bukan aku wanita yang sedang berjalan mondar mandir dipikiranmu...
Mungkin memang aku ga bisa seperti sang putri impianmu…
Mungkin kau tak selera dengan kaum hawa satu ini..
kekuranganku kah yang jadi pertimbangan buatmu??……kenapa??
Sementara kekuranganmu ku jadikan alasan untuk lebih mengerti dirimu…sehingga aku benar2 bisa utuh menyayangimu
Jika kau mau menyayangiku….sayangilah aku untuk semuanya yang ada didiriku
Cintai aku dr sisi terang ku dan sisi gelapku yg (
maaf klo trnyata lebih) byk ini
Cobalah untuk menerimaku dengan AKU ini…
bukan AKU yang harus menjadi seperti ITU atau INI
Apakah Aku harus marah dengan kekuranganku…??
tp untuk apa…?? Toh hanya menambah daftar ketidakbersyukuranku saja….
Ntah lah kenapa susah kutemukan adil dalam cinta…
Apa kau tau apa yang ku rasa??…
Rasanya spt terperangkap di rumah sendiri…..terkunci…
Sementara matahari dan langit selalu seharian menantiku keluar…..sampai mereka letih dan berubah warna…
Anginpun tak bosannya berteriak memanggilku untuk keluar dan ingin menyapu airmata ku dengan semilirnya
Tapi… aku tetap disini…di dalam sini…
Aku memegang kunci tapi ga bs membuka pintu itu…
Karena aku berharap kau yang akan membukakannya dan mengajakku keluar untuk berjalan bersama….dengan genggaman halal yang hangat itu..
Harapan yang terlalu diharapkan…
Bolehkah ku tanya....berapa lama waktu yg kau anggap cukup untuk membuatku menunggumu??
Apa kau berpura2 tak peduli?? Atau jangan2 kau memang tak peduli sama sekali denganku??
Aku berharap kau tak sekejam itu………(fhyiuuh…lagi2…aku berharap…)
Letih..
palak..bosen…suntuk…. rasanya aku menunggu
Tapi masalahnya ……. sampai sekarang ….aku masih mau menunggumu
Harapan2 itulah yang membuat aku bertahan menunggumu
Ntah lah apa ini disebut kebodohan … atau kesetiaan…
Kesetiaan terhadap hal yang tak pasti…
Aku siap untuk semuanya….
Siap jika kau ingin mendekapku dan mengajakku untuk menorehkan tinta kisah cinta di lembar hidupmu. (akankah?!)
Dan (
juga kudu) siap … jika diujung penantian ini akan ada hempasan perih di dada karena mengetahui kau telah halal dengan kaum hawa yang lain. (beruntungkah dia?? atau malangkah aku?? )
Biarlah….kan kunikmati letih perjalanan hati ini ….sampai aku benar2 ingin keluar untuk melihat pelangi dan terangnya hari….walau disaat itu tak ada tangan yang menggenggam jemari dinginku ini…
Saat ini satu hal yang aku tau…. dan kau pun dapat pastikan
Perasaan ini hanya (dan masih) untukmu…..
(Banda Aceh, 2 July 2009)