Cahaya bintang perlahan mulai melangkah redup
Tapi bintang tetap berusaha mempertahankan untaian cahayanya
Butuh kesabaran memang...
Bintang pun bersahabat dengan waktu…untuk menemaninya bertahan sampai awan gelap itu bergerak menjauhinya..
Ia ingin terus mempercantik bumi
Ia ingin tetap memberikan kerlipan cahayanya seperti biasanya
Yang slalu ingin disaksikan isi bumi di malam-malam mereka…
Mereka semua tak tau … apa yang terjadi pada bintang
Ketika bintang mengerlipkan cahayanya…tetesan air matanya ikut terjatuh..
Tapi bintang tak ingin membasahi bumi dengan air kepedihannya…
Tetesan itu hanya berlabuh di pipi….dan bintang segera mengusap dengan jemari hampanya itu..
Bumi sudah cukup beban katanya…
air langit begitu banyak yang jatuh ke bumi tanpa mengenal waktu
dedaunan layu slalu bersandar di pangkuan bumi
udara kotor pun turut menambah dandanan wajah bumi
isi bumi tlah banyak menyiksanya
dan bintang tak mau menambahnya lg…
Bintang hanya berusaha untuk terus memberi cahaya senyuman ke bumi
berharap senyuman itu dapat menjadi kekuatan untuk bumi agar tetap bertahan dengan segala bebannya…
Ia berusaha untuk menutupi keredupan hatinya…
Ia tak ingin langit.. bumi… bulan… serta bintang lain mengetahuinya…
Hanya Sang Pencipta dan matahari yang tau ia menangis
Ia butuh tatapan dan rangkulan matahari untuk terus memberikannya cahaya
Ia juga tak hentinya memohon kepada Sang Pencipta untuk memberikannya kekuatan
Kekuatan untuk tetap bercahaya menemani bulan menyinari bumi dan isinya…
Sehingga ia tetap tegar di langit melanjutkan malam-malamnya…
Sampai saat ini….ia masih memperlihatkan kilaunya ….
Berusaha memberikan cahaya yang sama dengan bintang lain…
Isi bumi msh bisa melihat terang senyum cahayanya…
Walau tetesan air mata bintang itu masih (terus) jatuh…
Karena ia tau….tetesan itu datang untuk 1 alasan ...
Sang Pencipta tidak akan memberikan sesuatu yang sia2…
Tetesan itu pasti akan kering….
dedicated to : seorang kakak yang kemarin terjaga di malamnya …
(21 July 2009)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar