Minggu, 08 Mei 2011

Namanya…. Nia


Hari ini aku tersentuh oleh sebuah kisah. 
Sore tadi, hari terasa sangat terik, benar2 gerah. Aku dalam perjalanan menuju suatu tempat, dengan menaiki angkot. Akupun sibuk dengan urusan membuka jendela angkot untuk mencari segepok angin.

Pas aku lihat ke sebelah kiriku…ada anak kecil kira2 berumur 4 atau 5 tahun.

Ntah kenapa aku senang melihatnya….pembawaannya cuek…cara dia menatap objek2 yang dilihatnya
yaa..seperti anak2 biasanyalah… kadang ada ekspresi kaget..bengong…mikir…senyum…akh…itulah bebasnya seorang anak kecil dalam berekspresi.

Anaknya cantik , kulitnya putih bersih, awalnya aku masih bertanya2 dia itu  laki2 atau perempuan…tapi setelah ku perhatikan baik2…ternyata dia anak  perempuan…cuma gayanya memang tomboy, dan pakaiannya juga kurang rapi. Terlihat ada bagian bajunya yang sudah robek. Tapi pakaiannya itu tak  membuatku merubah pendapatku…bahwa dia memang cantik.

Sesekali kulihat tangannya yang sedikit keluar dari jendela…lalu aku bilangin ke dia untuk masukin tangannya lagi kedalam, dan diapun langsung nurut tanpa ada komentar apa2.


Ku Tanya siapa namanya….
Lalu dia jawab…Nia …dengan senyuman dan tatapan polosnya. 
Senyuman itu membuat dia kelihatan tambah manis.

Orang disebelahnya menoleh ke arah kami…..ternyata itu neneknya. Neneknya ramah….dia jelaskan kalo Nia itu cucunya…Mamanya Nia adalah anaknya..dan Nia tinggal bersamanya.

Ku perhatikan neneknya….sepertinya ada musibah yang menyakitkan pernah terjadi….karena aku melihat luka bakar yang lumayan parah mengenai wajah dan leher neneknya (atau mungkin seluruh tubuhnya kena, aku ga tau karena tertutupi baju). Bicara juga jadi kurang jelas, mungkin itu juga karena efek luka tadi.

Hm…Nia tinggal ama neneknya? Emang ortunya kmn?
Lalu nenek Nia pun menceritakan kisah kenapa Nia tinggal bersamanya.

Disinilah aku terperanjat dengan kisah itu…benar2 menyentuh hati nuraniku …dan aku yakin smua orang akan tersentuh mndengar kisah Nia.

Orang tua Nia adalah warga transmigran. Mereka pindah ke suatu daerah di Indonesia (maaf, aku sengaja tidak menyebut nama daerah itu untuk menghindari kalau2 jadi muncul pikiran yang tidak baik terhadap daerah tersebut karena cerita ini).
Tetangga mereka banyak berasal dari luar kota juga…berarti sama2 transmigran. 

Tapi sayang sekali di lingkungan tempat mereka tinggal sedang ada kerusuhan yang dilakukan segelintir orang. Ada sekelompok orang yang ingin menguasai suatu wilayah…dan tidak suka dengan transmigran yang datang.

Ini juga sudah menarik perhatian pemerintah saat itu…dan mungkin pemerintah juga telah menurunkan tentara2nya untuk menangkap sekelompok orang itu. Tapi mereka tetap aja menjalankan kebiadabannya.

Mereka sering membuat onar…dan gampang sekali menganiaya para transmigran. Mungkin mereka mempunyai latar belakang melakukan kejahatan tersebut , karena untuk membalas perbuatan pihak lain yang mempunyai masalah dengan mereka. Tapi kenapa mereka juga tega menganiaya orang2 yang tidak tau apa-apa? orang2 yangmungkin kebetulan berada di wilayah dimana musuh mereka berada.
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan…akan menimbulkan banyak korban yang jumlahnya jauh lebih banyak dari jumlah target mereka, karena sebagian banyak korban adalah orang2 yang tak bersalah.
Sungguh sangat memprihatinkan :(

Kejahatan sekelompok orang2 itu juga menimpa keluarga Nia. 

Nia waktu itu masih berumur sekitar 1 minggu (masih terhitung bayi yang baru lahir).

Bapak Nia dibunuh…dengan cara ditembak oleh orang2 tersebut.
Ibu Nia..baru seminggu lepas melahirkan..”dikerjai” ama orang2 tersebut...lalu dibunuh juga. (Aku ga mau mempersepsikan sendiri apa arti kata “dikerjai” itu. Aku hanya mengutip dari kata2 si Nenek, tanpa tega bertanya lagi apa mksdnya “dikerjai”…sueerrr…aku ga tega nanya).

Yang aku tau…kedua orang tua Nia meninggal dibunuh oleh sekelompok orang tak bermoral tersebut.

Mata si nenek mulai berkaca…sepertinya ia terkenang rasa sakit yang dulu ia rasa karena harus kehilangan putri & menantunya dengan cara seperti itu.

Ia pun sempat terdiam…lalu melanjuntukan lagi ceritanya.

Masyarakat yang lain pada ketakutan melihat orang2 tersebut yang dengan gampangnya membunuh manusia…….Nauzubillahi minzalik

Mereka juga menyuruh kepada warga yang masih hidup untuk memberikan racun ke bayi2 yang ada.
Gila…benar2 gila!! Mereka benar2 ga punya hati!! Aku benar2 pengen nangis dengarnya.

Si nenek melanjutkan ceritanya.., saat itu, nenek Nia disuruh untuk memberikan racun ke Nia biar Nia meninggal. Tapi si Nenek ga mau... beliau ga sanggup melakukan itu.
Ia menjalankan sholat, telah berusaha mencoba beribadah dengan baik, lalu disuruh membunuh cucunya…rasanya sia2 ibadahanyaa selama ini kalo dia tega melakukannya.

Subhanallah…Kasih sayang yang tulus dari si Nenek menjadi kekuatan buatnya melawan orang2 tersebut.

Karena si nenek ga mau melakukan perintah tersebut, lalu orang2 tersebut menyirami si nenek dengan minyak tanah, dan menyulutkan api... sehingga api tersebut pun membakar si nenek...(Astaghfirullah..sungguh kejam mereka!)
Warga yang mengetahui kejadian itu pun tak tega melihatnya…lalu mencoba menolong si nenek.
Luka bakar pasti tak bisa terhindari…tapi yang penting Alhamdulillah si nenek bisa diselamatkan dan  masih hidup.

Warga pun berinisiatif untuk menghirupkan cairan bius ke hidung bayi2 yang masih hidup…biar bayi2 tersebut tertidur…sehingga kelompok orang2 itu mengira bayi2 itu telah meninggal.

Ya…dalam keadaan terdesak, kreatifitas pun bisa keluar dengan spontannya. Dan Alhamdulillah trik itu berhasil mengelabui orang2 jahat tadi.

Diam2 masyarakat itu pun membuat beberapa rakit untuk bisa kabur dari tempat tersebut.
Dan Alhamdulillah mereka bisa keluar dari daerah tersebut.

Sampai sekarang Nia dan Neneknya menetap di Medan. Banyak yg suka dengan Nia, dan ingin mengadopsinya, tapi si Nenek ga mau. Dia ingin membesarkan Nia. Sampai sekarang merekapun menjalani hari bersama.

Ya Allah …perih sekali mendengar cerita itu…aku jadi speechless. ..benar2 menyentuh hati. 
Dan aku yakin orang lain yang mendengarnya juga akan merasakan haru.
Aku ga tau harus berkata apa….rasa haruku masih terhanyut dalam laut kesedihan dari cerita itu

Nia...baru berumur beberapa hari…ia sudah yatim piatu
Orang tuanya meninggal dengan cara yang tragis.
Ia tak sempat merasakan dibesarkan oleh ibu dan bapaknya.

Si nenek bilang…ibunya Nia…wajah & kulitnnya mirip dengan Nia
Kembali lagi …kulihat mata si nenek berkaca2

Nia…………..ya Allah…kasian sekali dia

Rasa haruku bercampur dengan rasa tak percayaku…..cerita yang aku pikir hanya ada di film2, sinetron2, atau novel2 fiktif saja… ternyata yang kudengar sekarang cerita itu  adalah nyata terjadi…dan dialami oleh Nia..si anak cantik dan lucu ini.

Bercampur aduk rasa yang kurasakan….marah, perih, ga percaya, sedih, dan pastinya berujung rasa syukur…karena Nia masih diselamatkan Allah.

Ya Allah…kuasaMU kembali lagi terlihat dalam kisah tersebut.
KAU menghendaki Nia untuk terus hidup… lalu KAU menyelamatkannya.
KAU menyelamatkan neneknya …sehingga beliau bisa merawat Nia yang telah KAU takdirkan untuk terus hidup

Nia sekarang sudah bersekolah di TK, dan Alhamdulillah pihak TK tersebut membebaskan Nia dari biaya sekolah. Allah telah memberikan kemudahan jalan bagi Nia untuk bersekolah...Subhanallah :)

Si nenek mencari uang dengan cara meminta2/mengemis…..untuk membiayai kehidupannya bersama Nia.
Gak apa apa…walau kulit jadi menghitam gini…..demi cucu……begitu katanya sambil tersenyum.

MasyaAllah….karena rasa sayangnya kepada cucunya…ia rela berjalan kesana sini….bergumul dengan panas, hujan, debu, angin…demi mencari uang untuk kehidupan mereka.

Aku pernah mendengar mengemis/meminta2 adalah prilaku yang tidak disukai Allah. Tapi Ya Allah…maafkan aku untuk kali ini…aku menjadi sangat menghargai dan memahami apa yang dilakukan nenek Nia. Maafkan aku jika pemikiranku itu tidak baik… rasa empatiku yang membuatku menjadi berpikiran seperti itu.

Pandanganku kembali mengarah ke Nia…

Dia masih memperlihatkan wajah polos itu…tidak ada ekspresi kesedihan sedikitpun…matanya masih melihat sana sini…ya, mungkin karena dia masih belum mengerti semuanya.

Melihat kepolosan Nia itu…aku semakin terharu…pengen banget nangis saat itu…tapi aku mencoba nahan diri, karena aku berada dalam angkot dan ga mau membuat perhatian para penumpang beralih ke arahku.

Pembicaraanpun berakhir, karena Nia dan neneknya sudah sampai tujuan, dan segera turun dari angkot.
Sementara aku masih dalam posisi terdiam…masih merasa terrenyuh dengan kisah mereka.

Aku berharap saat Nia sudah besar nanti dan sudah mengetahui kisah itu, Nia bisa menerimanya dengan ikhlas dan tetap tersenyum…dan aku berharap dengan mengetahui kisah itu membuat Nia menjadi semakin dekat dengan Allah…menjadi anak solehah…sehingga ia bisa selalu mendoakan orang tuanya.
Orang tuanya pasti sangat bahagia jika Nia bisa menjadi seperti itu.
Mudah2an Allah mempertemukan Nia dengan orang tuanya di akhirat nanti, di tempat yang indah…Amiin

Aku mndapatkan beberapa pelajaran dari kisah ini.

Aku menjadi lebih bersyukur karena aku bisa merasakan dibesarkan dengan kasih sayang orang tua kandungku.

Dan melihat ketegaran mereka… aku seperti mendapatkan asupan energi…seperti membangunkanku untuk lebih bersyukur dan semangat dalam menjalani hari tanpa harus jatuh terpuruk dengan masalah yang ada.

Smoga Allah memaafkanku yang mungkin selama ini sering bersedih karena memikirkan hal2 yang tidak terlalu penting.

Aku juga terharu saat mendengar keberanian si nenek dalam melawan orang2 jahat itu. Dia lebih takut dengan Allah dibanding dengan manusia2 biadab itu. Gak jarang kita lihat banyak orang yang terpaksa melakukan kejahatan karena rasa takut atau karena diancam.

Ya Allah…beri aku rasa takut itu…takut karenaMU ya Allah! Rasa takut bukan karena Engkau sesuatu yang mengerikan, tapi takut yang kumaksud adalah takut untuk kehilangan kasih sayangMU, keridhaanMU, dan berkah dariMU.
Takdir itu adalah rahasiaMU..dan jika Engkau menghendaki sesuatu, maka tidak ada yang bisa mengahalangiMU.

Kisah ini telah mengarahkan sebagian pikiranku kepadaMU

Ya Allah…caraMU memberitahu hamba-hambaMU…sungguh tak bisa tertebak.

Engkau memberi pelajaran dengan caraMU sendiri…yang menurutMU tepat untuk orang yang Engkau kehendaki.
Tolong ya Allah…tetap beri aku petunjuk2 lain…yang mengarahkanku ke suatu perubahan diri yang lebih baik.

Bukalah mata hati & pikiranku untuk melihat setiap petunjukMu… dan cerdaskanlah aku dalam mengambil hikmah dari setiap kejadian yang ada.

Aku bersyukur karena hari ini aku dipertemukan dengan kisah yang menyentuh hatiku.
Aku yakin Allah lah yang mengatur pertemuanku dengan Nia & neneknya, sehingga aku bisa mendengar kisah mereka, agar aku bisa mengambil pelajaran dari kisah tersebut. 

Dan akupun memutuskan untuk memposting kisah tersebut di blog ini, tapi maaf banget jika aku kurang  pandai mengurai cerita ke dalam tulisan yang baik, aku hanya berusaha semampuku untuk mengisahkan kembali  kisah yang ku dengar tersebut, untuk menceritakan lagi ke semua orang, sehingga kita semua bisa sama2  mengambil pelajaran dari kisah mereka.

Ya Allah…tolong jangan pernah bosan untuk menuntun kami semua ya Rabb.

Terima kasih ya Allah…segala puji untukMU

(Medan, malam hari di 7 mei 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar